About us
RAJA BENIH adalah Perusahaan Penyedia Benih dan Bibit Kehutanan. Kami menyediakan berbagai jenis benih dan bibit sesuai kebutuhan anda. Tidak hanya terbatas pada benih dan bibit kehutanan, kami juga menyediakan berbagai jenis tanaman non Kehutanan. Semuanya disesuaikan dengan Tujuan Penggunaan.
more...

Agathis spp

Agathis spp.
Pohon Agathis sp

a. Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan : Plantae
Divisi : Coniferphyta
kelas : Pinopsida
Ordo : Pinales
Famili : Araucariaceae
Genus : Agathis

    b. Nama Daerah
    jenis pohon Agathis spp. dengan nama daerah (damar (Indonesia); dayu- ngon (Pilipina); kauri (England);kauri pine (Papua New Guinea); damar minyak (dagang).

    c. Penyebaran dan Tempat Tumbuh

    Di Indonesia penyebarannya cukup luas yaitu Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Beberapa jenis pohon agathis yang terpenting menurut daerah penyebaran alamnya antara lain Agathis alba Warb (Sumatera, Maluku), A. bornensis Warb (Kalimantan), A. becarii Warb (Kalimantan), A. loranthifolia Salisb (Maluku), A. hanii (Sulawesi), A. phillipinensis Warb (Sulawesi) dan A. labillardieri Warb (Papua). Tanaman agathis tumbuh baik pada keadaan/persyratan seperti di bawah ini :
    a. Daerah dengan tinggi tempat 300 m sampai ± 1500 m diatas permukaan laut, kecuali A. bornensis dapat tumbuh mulai dari ketinggian tempat 0 – 50 m dpl, A. becarii mulai dari ketinggian tempat 50 m dpl, A. hamii 0 – 900 m dp dan A. alba mulai dari ketinggian 200 m dpl.
    b. Tanah relatip subur, sarang dan bersolum dalam kecuali A. boornensis pada tanah berpasir (hutan kerangas).
    c. Tipe iklim A dan B menurut klasifikasi Schmidt-Ferguson dengan curah hujan 3000 – 4000 mm/tahun. Tidak terdapat musim kemarau yang panjang/keras, dengan paling sedikit 30 hari hujan selama 4 bulan yang paling kering.

    d. Habitus

    Pohon besar sekali, tinggi hingga 65 m, diameter banir, cabang besar sering mencuat ke atas, tidak beraturan. Kulit batang abu-abu muda hingga cok- lat kemerahan, mengelupas dalam serpihan besar tipis, berbentuk tidak beraturan, biasanya bopeng karena resin. Kayu gubal keputih-putihan hingga kecoklatan, kadang bersemu merah jambu tanpa teras yang jelas. Daun dewasa berhadapan, bundar telur, panjang 6 – 8 cm, lebar 2 – 3 cm, pangkal daun membaji, ujung runcing, banyak tu- lang daun sejajar. Bunga jantan dan betina berada pada tandan berbeda, pada pohon yang sama (berumah satu). Kerucut betina berbentuk elips hingga bundar berukuran 6 – 8,5 x 5,5 – 6,5 cm; terdiri dari sayap berukuran 30 – 40 x 20 – 25 mm, berbentuk segitiga kasar, batas bagian ujung membulat, sisinya rata, panjang 3 – 4 cm, diame- ter melintang 10 mm. Tangkai dari kelompok atau sebagian kerucut ja ntan memanjang hingga 4 mm, bersifat permanen atau menyatu dengan dasarnya; diameter melintang microsporophyl berukuran hingga 2 mm, bagian ujung membulat. Kerucut jantan berwarna hijau sampai hijau cerah dan berubah menjadi coklat saat masak dan pelepasan serbuk sari. Serbuk sari tidak bersayap berdiameter 20,16 – 50,4 mikron.

    e. Kegunaan
    Kayunya bernilai tinggi terutama digunakan untuk pertukangan, pulp dan kayu lapis termasuk kelas awet IV dan kelas awet III, berat jenis kayu ± 0,49. Selain itu pohon agathis menghasilkan damar (koplal), kecuali A. phillipinensis. Kopla tersebut digunakan untuk cat, vernis spiritus, plastik, bahan sizing, pelapis tekstil, bahan water proofing, tinta cetak, dan sebagainya



    f. Budidaya
    Persemaian yang baik untuk pembuatan bibit agathis memenuhi persyaratan antara lain :
    a. Lapangan relatif datar, dekat dengan sumber air
    b. Tanahnya cukup subur tidak berbatu
    c. Letaknya sedapat mungkin dekat dengan tenaga kerja, jalan angukutan dan dekat dengan rencana lokasi tanaman.
    d. Iklim dan tinggi tempat dari permukaan laut sesuai dengan persyaratan tumbuh Agathis.
    e. Luasnya sesuai kebutuhan bibit untuk tanaman dan penyulaman.
    f. Dilengkapi dengan sarana dan prasarana, yaitu pondok kerja, jalan inspeksi, gudang, alat- alat pertanian, dan sebagainya. Bibit yang dihasilkan dapat berupa puteran atau bibit dalam bumbung.

    1. Pengadaan biji
    Jenis Agathis sp berbuah hampir sepanjang tahun. Pada umur 15 tahun umumnya sudah berbuah. Namun demikian biji yang baik diambil dari tegakan yang sudah berumur 20 tahun. Musim buah beragam dari daerah ke daerah tergantung kondisi lingkungannya, tetapi umumnya pada bulan Pebruari – April atau Agustus – Oktober adalah bulan berbuah yang paling banyak.
    Buah yang diambil untuk keperluan bibit, buah yang sudah tua dengan tanda-tanda berwarna hijau tua kecoklatan dan sisik kulit buah melebar (lekukan-lekukan hampir tidak kelihatan). Setiap satu kg biji yang berkwalitas baik, berisi ± 4000 – 5200 butir.

    Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengadaan biji antara lain :
    • Buah diambil dari pohon yang pertumbuhannya baik, berbatang lurus dan tidak memuntir.
    • Biji jelas asal usulnya.
    • Buah yang sudah terkumpul disimpan di tempat yang kering, jangan dijemur.
    • Biji yang diperoleh diseleksi terlebih dahulu, dan diambil yang berkualitas baik, tidak mengandung hama dan penyakit, tidak rusak dan masih bersayap. Biji tua ditandai dengan warna coklat-coklat tua dan padat.
    • Biji yang sudah dikumpul segera diangkut ke persemaian dan segera dikecambahkan. Jangan membiarkan biji di tempat terbuka lebih dari satu minggu, karena daya kecambah biji akan turun.

    2. Penaburan biji
    Biji ditabur dalam bak penaburan dengan sayap ke atas atau mendatar, kemudian ditutup dengan tanah/pasir. Hal yang patut diperhatikan pada penaburan biji adalah :

    a. Waktu penaburan biji harus diperhitungkan sedemikian rupa sehingga pada saat pemindahan ke lapangan bibit telah berumur 12 – 15 bulan.
    b. Biji diseleksi lagi dan direndam dalam air beberapa saat sebelum ditabur. c) Bedeng tabur dibasahkan secukupnya sebelum penaburan.
    c. Lubang tanam disiapkan dengan jarak 1 x 2 cm atau 5 x 5 cm.
    d. Media penaburan menggunakan bahan tanah humus dan campur dengan pasir halus dengan perbandingan 1 : 2. Campuran ini disaring dengan kawat saringan berukuran ± 2 mm. Sebelum digunakan terlebih dahulu digoreng (disterilkan) agar bebas dari gangguan penyakit (jamur).
    e. Bedengan tabur diberi naungan.
    f. Penyiraman dengan percikan air halus. Biji berkecambah sesudah 7 – 8 hari dan berlangsung sampai 12 hari lamanya.
    g. Jenis pupuk digunakan NPK (15 : 15 : 15) dengan dosis 0,2 gr/bt.

    3. Penyapihan
    a. Bibit dari bedengan penaburan
    Siapkan kantong plastik (polyback) hitam yang mempunyai volume ± 300 cc, diberi lubang
    4 – 6 buah. Wadah bibit ini dapat diganti dengan pot-trays yang terbuat dari bahan plastik, mempunyai volume ± 300 cc, lengkap dengan lubang sebanyak 4 – 6 buah. Bahan media tumbuh yang digunakan adalah campuran gambut lokal dan kompos (sekam padi) dengan perbandingan 7 : 3, atau menggunakan campuran antara tanah (humus), pasir dan kompos dengan perbandingan 7 : 2 : 1, ditambah dengan TSP 0,25 gr/batang. Tanah (humus) yang digunakan lebih baik berasal dari tanah humus di bawah tegakan tua Agathis, karena jenis ini memerlukan symbiose mikorhiza. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyapihan bibit, antara lain :
    • Kecambah yang disapih berumur 2 – 4 minggu. Pada saat kulit biji sudah lepas dan kecambah berdaun dua.
    • Pada waktu mencabut semai, usahakan agar perakaran jangan sampai rusak atau luka.
    • Akar tidak boleh terlipat pada waktu ditanam dan berdiri tegak.
    • Sebaiknya dilakukan pada pagi hari antara p. 06.00 – 09.00. Lama bibit dipelihara dipetak penyapihan 12 – 15 bulan.

    b) Semai asal permudaan alam
    Anakan alam yang digunakan untuk bibit berdaun 2 – 4. Pengambilannya dengan cara dicongkel dan dilakukan dengan hati-hati jangan sampai akarnya rusak. Untuk mengurangi penguapan daun-daunnya dapat dipotong setengahnya. Kemudian disapih ke dalam kantong-kantong plastik yang sudah diisi media. Jenis media yang digunakan sama seperti untuk penyapihan bibit dari bedeng penaburan. Pada waktu menanam bibit, diusahakan jangan sampai akar tunggang terlipat. Apabila diperlukan akar tunggang dapat dipotong. Lamanya bibit dipetak penyapihan 6 – 8 bulan.



    4. Pemeliharaan
    Bibit Agathis sp selama berada di persemaian membutuhkan naungan, dapat digunakan antara lain sarlon. Kegiatan selanjutnya adalah penyiraman dilakukan satu kali sehari, dengan menggunakan air bersih. Kalau cuaca sangat kering dapat dilakukan 2 x sehari. Bibit yang mati, sebaiknya disulam dengan bibit baru yang telah disiapkan. Rumput-rumput yang mengganggu pertumbuhan bibit ini, secepatnya dilakukan penyiangan.

    Pemupukan pertama dilakukan pada waktu bibit berumur 4 minggu, dengan pupuk NPK, dosis 0,1 gram per batang atau 0,5 sendok the setiap bibit. Pada media tumbuh yang kurang subur, pemupukan diberikan setiap 2 minggu. Hama yang menyerang persemaian, umumnya serangga, ulat tanah, babi, tikus, tupai, semut dan lain-lain. Sedangkan penyakit yang menyerang bibit biasanya jamur. Oleh karena itu persemaian perlu dijaga kebersihannya. Apabila bibit dijumpai hama babi, tikus dan tupai dibasmi secara fisik. Hama semut dikendalikan dengan cara mengalirkan air di sekeliling bedengan. Pencegahan ulat tanah denganc ara membersihkan bedengan dari sampah sebelum dipakai untuk penyapihan. Untuk menghindari penyakit jamur dilakukan dengan cara mengatur pemberian naungan atau digunakan fungisida.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks
If you enjoyed this post, make sure you subscribe to my RSS feed!

Leave a Reply