About us
RAJA BENIH adalah Perusahaan Penyedia Benih dan Bibit Kehutanan. Kami menyediakan berbagai jenis benih dan bibit sesuai kebutuhan anda. Tidak hanya terbatas pada benih dan bibit kehutanan, kami juga menyediakan berbagai jenis tanaman non Kehutanan. Semuanya disesuaikan dengan Tujuan Penggunaan.
more...

Bagaimana Mempercepat Perkecambahan ?

1. Dormansi benih

Dormansi benih adalah istilah yang digunakan untuk keadaan dimana benih yang baik tidak bisa berkecambah meskipun berada pada kondisi/lingkungan yang sesuai untuk perkecambahan. Dormansi benih merupakan suatu cara untuk mempertahankan diri dari keadaan yang tidak menguntungkan, misalnya masa kering yang panjang, sehingga benih tidak berkecambah secara serentak. Benih dikatakan sulit sulit berkecambah bila waktu yang diperlukan untuk berkecambah lebih dari seminggu dan memerlukan perlakuan pendahuluan untuk mempercepat perkecambahannya. Dengan perlakuan pendahuluan, benih dapat berkecambah serentak. Jenis-jenis dormansi benih adalah:

Dormansi fisik
Dormansi fisik adalah dormansi yang disebabkan oleh kulit biji yang tidak bisa dilewati air. Air sangat diperlukan untuk proses perkecambahan. Dormansi jenis ini terdapat pada sengon (Paraserianthes falcataria), mangium (Acacia mangium), turi (Sesbania grandiflora), kaliandra (Calliandra calothyrsus), dan lain- lain.

Dormansi mekanis
Dormansi mekanis adalah dormansi yang disebabkan oleh kulit biji yang keras sehingga tidak bisa ditembus akar. Dormansi jenis ini terdapat pada jati (Tectona grandis), gmelina (Gmelina arborea), kemiri (Aleuritis moluccana), kenari (Canarium commune).

Dormansi kimia
Dormansi kimia disebabkan oleh adanya zat tertentu dalam benih yang menghambat perkecambahan benih. Dormansi ini terdapat pada panggal buaya
(Xanthoxylum rhetsa).


2. Perlakuan pendahuluan

Perlakuan pendahuluan adalah istilah yang digunakan untuk proses atau kondisi yang diberikan untuk mematahkan dormansi benih (mempercepat perkecambahan benih). Perlakuan yang diberikan tergantung jenis dormansi. Beberapa perlakuan sederhana yang biasa diberikan untuk mempercepat perkecambahan benih:


2.1 Perlakuan dengan air dingin

Benih direndam dalam air dingin selama satu hari, namun ada benih yang membutuhkan perendaman lebih lama (lihat Tabel 3).

2.2 Perlakuan dengan air panas
Panaskan air hingga mendidih dan kemudian dituangkan ke benih. Benih dibiarkan terendam selama 2-5 menit. Selanjutnya benih direndam air dingin selama 1-2 hari.

2.3 Perlakuan mekanik
Perlakuan mekanik yang biasa dilakukan untuk mempercepat perkecambahan adalah, pemotongan biji dengan pisau, pengesekan pada lantai yang kasar, penggesekan dengan menggunakan kertas pasir, dan pembakaran.

Referensi:
Mulawarman, JM Roshetko, SM Sasongko dan D Irianto. 2002. Pengelolaan Benih Pohon, sumber benih, pengumpulan dan penanganan benih: pedoman lapang untuk petugas lapang dan petani. International Centre for Research in Agroforestry (ICRAF) dan Winrock International. Bogor, Indonesia. 46 p.

BAGAIMANA MEMPERCEPAT PERKECAMBAHAN?

1. Dormansi benih
Dormansi benih adalah istilah yang digunakan untuk keadaan dimana benih yang baik tidak bisa berkecambah meskipun berada pada kondisi/lingkungan yang sesuai untuk perkecambahan. Dormansi benih merupakan suatu cara untuk mempertahankan diri dari keadaan yang tidak menguntungkan, misalnya masa kering yang panjang, sehingga benih tidak berkecambah secara serentak. Benih dikatakan sulit sulit berkecambah bila waktu yang diperlukan untuk berkecambah lebih dari seminggu dan memerlukan perlakuan pendahuluan untuk mempercepat perkecambahannya. Dengan perlakuan pendahuluan, benih dapat berkecambah serentak. Jenis-jenis dormansi benih adalah:

Dormansi fisik
Dormansi fisik adalah dormansi yang disebabkan oleh kulit biji yang tidak bisa dilewati air. Air sangat diperlukan untuk proses perkecambahan. Dormansi jenis ini terdapat pada sengon (Paraserianthes falcataria), mangium (Acacia mangium), turi (Sesbania grandiflora), kaliandra (Calliandra calothyrsus), dan lain- lain.

Dormansi mekanis
Dormansi mekanis adalah dormansi yang disebabkan oleh kulit biji yang keras sehingga tidak bisa ditembus akar. Dormansi jenis ini terdapat pada jati (Tectona grandis), gmelina (Gmelina arborea), kemiri (Aleuritis moluccana), kenari (Canarium commune).

Dormansi kimia
Dormansi kimia disebabkan oleh adanya zat tertentu dalam benih yang menghambat perkecambahan benih. Dormansi ini terdapat pada panggal buaya
(Xanthoxylum rhetsa).

2. Perlakuan pendahuluan
Perlakuan pendahuluan adalah istilah yang digunakan untuk proses atau kondisi yang diberikan untuk mematahkan dormansi benih (mempercepat perkecambahan benih). Perlakuan yang diberikan tergantung jenis dormansi. Beberapa perlakuan sederhana yang biasa diberikan untuk mempercepat perkecambahan benih:

– 31 –

Pengelolaan Benih pohon

2.1 Perlakuan dengan air dingin
Benih direndam dalam air dingin selama satu hari, namun ada benih yang membutuhkan perendaman lebih lama (lihat Tabel 3).

2.2 Perlakuan dengan air panas
Panaskan air hingga mendidih dan kemudian dituangkan ke benih. Benih dibiarkan terendam selama 2-5 menit. Selanjutnya benih direndam air dingin selama 1-2 hari.

2.3 Perlakuan mekanik
Perlakuan mekanik yang biasa dilakukan untuk mempercepat perkecambahan adalah, pemotongan biji dengan pisau, pengesekan pada lantai yang kasar, penggesekan dengan menggunakan kertas pasir, dan pembakaran.

Referensi:
Mulawarman, JM Roshetko, SM Sasongko dan D Irianto. 2002. Pengelolaan Benih Pohon, sumber benih, pengumpulan dan penanganan benih: pedoman lapang untuk petugas lapang dan petani. International Centre for Research in Agroforestry (ICRAF) dan Winrock International. Bogor, Indonesia. 46 p.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks
If you enjoyed this post, make sure you subscribe to my RSS feed!

Leave a Reply