About us
RAJA BENIH adalah Perusahaan Penyedia Benih dan Bibit Kehutanan. Kami menyediakan berbagai jenis benih dan bibit sesuai kebutuhan anda. Tidak hanya terbatas pada benih dan bibit kehutanan, kami juga menyediakan berbagai jenis tanaman non Kehutanan. Semuanya disesuaikan dengan Tujuan Penggunaan.
more...

Sengon (Paraserianthes falcataria)

    Pohon Sengon Laut

a. Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
Genus : Paraserianthes
Spesies : Paraserianthes falcataria

    b. Nama Daerah
    Sika, selawaku (Maluku), bae, bai, wai, wahogon (Papua), batai (Mly.), kalbi, albasiah atau albise (Jw)

    c.Penyebaran dan Tempat Tumbuh
    Penyebaran secara alami di Papua Newguine, kepulauan Solomon, Maluku dan Irian Jaya. Selain itu terdapat pula di Tempala Sulawesi Selatan dan mulai masuk Jawa pada Tahun 1971. Jenis ini tumbuh baik di dataran rendah sampai ketinggian 1.600 M dpl, akan tetapi ketinggian optimal pada umumnya adalah 0 – 800 M dpl, dengan suhu rata-rata 22° – 29° C.

    d. Habitus
    Pohon, sedang sampai agak besar, mencapai tinggi 40m dan gemang hingga 100cm atau lebih. Batang utama umumnya lurus dan silindris, dengan tinggi batang bebas cabang (clear bole) mencapai 20m. Pepagan berwarna kelabu atau keputih-putihan, licin atau agak berkutil, dengan jajaran lentisel.Bertajuk rindang dan renggang. Ranting yang muda bersegi, berambut. Daun majemuk menyirip ganda, dengan satu kelenjar atau lebih pada tangkai atau porosnya, 23-30 cm. Sirip-sirip daun berjumlah 6-20 pasang, masing-masing berisi 6-26 pasang anak daun yang berbentuk elips sampai memanjang, dengan ujung yang sangat miring, runcing, 0,6-1,8 × 0,5 cm. Bunga berkelamin dua, terkumpul dalam bulir yang bercabang, 10-25 cm, terletak di ketiak daun. Berbilangan 5, kelopak bunga bergigi setinggi lk. 2mm. Tabung mahkota bentuk corong, putih dan lalu menjadi kekuningan, berambut, tinggi lk. 6mm. Benangsari berjumlah banyak, putih, muncul keluar mahkota, pada pangkalnya bersatu menjadi tabung. Buah polong tipis serupa pita, lurus, 6-12 × 2 cm, dengan tangkai sepanjang 0,5-1 cm. Polong memecah sepanjang kampuhnya. Biji 16 atau kurang.

    Biji Sengon Laut

    e.Pengerjaan
    Kayu terasnya berwarna hampir putih atau coklat muda; kayu gubalnya hampir tak terbedakan dari kayu teras. Kayu jeungjing memiliki permukaan yang licin atau hampir licin, dan mengkilap; dengan tekstur yang agak kasar dan merata. Kayu yang masih segar berbau seperti petai, yang lambat laun menghilang apabila kayunya menjadi kering.Termasuk ke dalam kayu ringan, jeungjing memiliki berat jenis sekitar 0,33. Kayu ini termasuk ke dalam kelas kuat IV-V, dan kelas awet IV-V. Kayu jeungjing cukup mudah diawetkan (keterawetan sedang) dan mudah pula dikeringkan, meskipun pada kayu yang seratnya tidak lurus mudah terjadi pencekungan dan pemilinan. Pengeringan alami papan dengan ketebalan 2,5 cm hingga kadar air sekitar 20% memerlukan waktu kurang-lebih 33 hari. Kayu jeungjing relatif mudah dikerjakan: digergaji, diserut, dibentuk, diamplas, dan dibubut. Pemboran dan pembuatan lubang persegi terkadang memberikan hasil yang kurang memuaskan

    f. Kegunaan
    Kini kayu jeungjing biasa digunakan untuk pembuatan papan, peti-peti pengemas, venir, pulp (bubur kayu), papan serat (fiber board), papan partikel (particle board), papan lapis (blockboard), korek api, kelom (alas kaki) dan kayu bakar.Jeungjing juga kerap ditanam sebagai tanaman hias, pohon peneduh dan pelindung di perkebunan, pengendali erosi, pupuk hijau, serta sebagai penghasil kayu bakar.

    Bibit Sengon

    g. Budidaya
    Pada umumnya tanaman sengon diperbanyak dengan bijinya. Biji sengon yang dijadikan benih harus terjamin mutunya. Benih yang baik adalah benih yang berasal dari induk tanaman sengon yang memiliki sifat-sifat genetik yang baik, bentuk fisiknya tegak lurus dan tegar, tidak menjadi inang dari hama ataupun penyakit. Ciri-ciri penampakan benih sengon yang baik sebagai berikut :
    * Kulit bersih berwarna coklat tua
    * Ukuran benih maksimum
    * Tenggelam dalam air ketika benih direndam, dan
    * Bentuk benih masih utuh.
    Sehubungan dengan biji sengon memiliki kulit yang liat dan tebal serta segera berkecambah apabila dalam keadaan lembab, maka sebelum benih disemaikan, sebaiknya dilakukan treatment guna membangun perkecambahan benih tersebut, yaitu : Benih direndam dalam air panas mendidih (80 C) selama 15-30 menit. Setelah itu, benih direndam kembali dalam air dingin sekitar 24 jam, lalu ditiriskan. untuk selanjutnya benih siap untuk disemaikan.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks
If you enjoyed this post, make sure you subscribe to my RSS feed!

Leave a Reply